SLATIGA.Kepala Dinsosnaker Kota Salatiga, Sri Djoko Nurhadi menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada perusahaan yang tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.
Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya akan membuka posko pengaduan di Kantor Disnakertrans. "Posko pengaduan ini kami buka seminggu sebelum Lebaran hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Djoko.
Posko ini dibuka untuk menampung dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi para pekerja terkait pembayaran THR oleh perusahaan. Salah satunya pemberian THR yang tidak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Segala macam pengaduan yang masuk, lanjut Djoko, akan langsung ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan. Pihaknya saat ini juga telah membuat surat edaran kepada seluruh perusahaan untuk memberikan THR sesuai peraturan dan mematuhi segala ketentuan.
"Jika terbukti ada perusahaan yang melakukan pelanggaran, akan kami tindak tegas. Sebab, THR merupakan hak karyawan selama masa kerja yang harus dilaksanakan oleh perusahaan," imbuhnya.
Berdasarkan data yang ada, di Salatiga saat ini tercatat ada 20 perusahaan berskala besar yang dinilai rawan melakukan pelanggaran dalam memberikan tunjangan hari raya (THR). Terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, Dinsosnakertrans selaku instansi yang berwenang mengurusi permasalahan tenaga kerja telah melakukan sosialisasi dan pembinaan.
Sesuai peraturan, besaran THR adalah satu kali gaji bagi pekerja yang telah bekerja minimal satu tahun. Sementara bagi yang bekerja kurang dari satu tahun atau minimal tiga bulan, maka perhitunganya adalah, THR diberikan tetap secara profesional, yaitu masa kerja dibagi 12 kemudian dikalikan satu kali gaji.
Terkait waktu pemberian THR, merujuk peraturan diberikan H-7 Lebaran. Namun demikian, pihaknya memberikan toleransi jika ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan serikat pekerja untuk menentukan waktu pemberian THR. Artinya, THR bisa saja dicairkan H-3 atau H-2 Lebaran.
Dian/Sala3Nostalgia/SM)
Rabu, 09 Juli 2014
Selasa, 08 Juli 2014
Jelang Lebaran, Rental Mobil Salatiga Mulai Penuh
SALATIGA.Para pengusaha rental mobil di Salatiga, dalam liburan sekolah dan menjelang lebaran 2014 ini mengaku panen konsumen atau penyewa. Dengan kata lain, mereka kebanjiran order sewa mobilnya. Bahkan, sejumlah rental mobil sudah mulai menolak penyewa mobil untuk lebaran mendatang. Pasalnya, sejal pertengahan Juni kemarin, banyak konsumen yang telah membokking mobil yang direntalkan itu.
Hariadi (46) salah seorang pemilik usaha rental mobil di Tingkir, Salatiga mengaku, dirinya sudah menolak pemesan rental mobilnya untuk digunakan pada lebaran mendatang. Meski hanya memiliki lima mobil, namun yang memesannya melimpah. Akhirnya, menyewa ke rental yang lain demi pelayanan kepada pelanggannya.
“Saya hanya punya lima mobil dan untuk disewa lebaran mendatang sudah saya tutup. Namun, saya tetap melayaninya dengan kerjasama dengan pengusaha rental yang lain di Salatiga ini. Untuk lebaran mendatang sewa mobil di Salatiga berkisar antara Rp 300.000 – Rp 500.000 per hari per mobil. Itu semua tergantung tujuannya juga,” terang Hariadi, Minggu (6/7).
Hal senada diungkapkan Budi Purnomo (53) warga Sidomukti, Salatiga. Dikatakan, bahwa dirinya yang mengurusi 10 mobil rental ini, sampai sekarang hanya tinggal dua mobil yang belum dipesan konsumen. Delapan mobilnya sudah dipesan sejak pertengahan Juni lalu untuk disewa ke Surabaya, Malang, Wonogiri maupun Pekalongan.
“Dirinya mematok harga tidak terlalu tinggi, namun tetap sesuai dengan sewa mobil di usaha rental yang lain di Salatiga ini. Masalahnya, jika harga rental dibawah yang lain ataupun diatas yang lain, kita sendiri yang akan rugi karena dimusuhi usaha rental lain,” kata Budi.
Ditambahkan, rata-rata para pengusaha rental mobil, menjelang puasa ini lebih hati-hati dan penuh waspada. Mobil akan dilepas, jika penyewanya sudah dikenal betul dan lebih baik telah langganan menjadi penyewanya. Jika, penyewa baru maka akan sulit dilepaskan meski membayar sewa didepan.
(Dian/HR7)
Hariadi (46) salah seorang pemilik usaha rental mobil di Tingkir, Salatiga mengaku, dirinya sudah menolak pemesan rental mobilnya untuk digunakan pada lebaran mendatang. Meski hanya memiliki lima mobil, namun yang memesannya melimpah. Akhirnya, menyewa ke rental yang lain demi pelayanan kepada pelanggannya.
“Saya hanya punya lima mobil dan untuk disewa lebaran mendatang sudah saya tutup. Namun, saya tetap melayaninya dengan kerjasama dengan pengusaha rental yang lain di Salatiga ini. Untuk lebaran mendatang sewa mobil di Salatiga berkisar antara Rp 300.000 – Rp 500.000 per hari per mobil. Itu semua tergantung tujuannya juga,” terang Hariadi, Minggu (6/7).
Hal senada diungkapkan Budi Purnomo (53) warga Sidomukti, Salatiga. Dikatakan, bahwa dirinya yang mengurusi 10 mobil rental ini, sampai sekarang hanya tinggal dua mobil yang belum dipesan konsumen. Delapan mobilnya sudah dipesan sejak pertengahan Juni lalu untuk disewa ke Surabaya, Malang, Wonogiri maupun Pekalongan.
“Dirinya mematok harga tidak terlalu tinggi, namun tetap sesuai dengan sewa mobil di usaha rental yang lain di Salatiga ini. Masalahnya, jika harga rental dibawah yang lain ataupun diatas yang lain, kita sendiri yang akan rugi karena dimusuhi usaha rental lain,” kata Budi.
Ditambahkan, rata-rata para pengusaha rental mobil, menjelang puasa ini lebih hati-hati dan penuh waspada. Mobil akan dilepas, jika penyewanya sudah dikenal betul dan lebih baik telah langganan menjadi penyewanya. Jika, penyewa baru maka akan sulit dilepaskan meski membayar sewa didepan.
(Dian/HR7)
Senin, 07 Juli 2014
Kubu Jokowi dan Prabowo Salatiga Teken Kesepakatan Pilpres Damai
SALATIGA.Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Sekda Agus Rudianto, Kapolres AKBP Dwi Tunggal Jaladri dan Ketua KPU Kota Salatiga Putnawati serta sejumlah perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga.
Hadir mewakili Wali Kota, Sekda Agus Rudianto berharap seluruh pihak menjaga agar pelaksanaan pilpres berjalan lancar dan aman. Penandatangan ikrar kesepakatan damai yang baru saja dilakukan merupakan satu dari sejumlah upaya yang dapat dilakukan.
Secara prinsip kami sangat mendukung penadatangan kesepakatan ini. Semoga dapat menjadi rambu-rambu bagi semua pihak,” kata Agus.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga memastikan kenetralan PNS di lingkungan Pemkot Salatiga dalam pilpres mendatang. “Jika ada PNS yang terbukti terlibat dalam kegiatan politik praktis akan ada sanksi,” tegasnya.
Apresiasi
Ketua tim sukses Prabowo-Hatta Kota Salatiga, Prof Haryoko mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap digelarnya penandatangan kesepakatan damai yang diprakasai oleh Polres Salatiga.
Jalannya pelaksanaan pilpres yang aman, tertib dan damai dikatakan Haryoko juga merupakan harapan pihaknya.
“Kami berharap pelaksanaan pilpres kali ini tidak membuat hubungan persaudaraan dan silahturahmi antara sesama anak bangsa di Salatiga yang telah terjalin baik selama ini menjadi renggang,” kata Haryoko.
Apresiasi positif juga disampaikan ketua tim sukses Jokowi-JK, Teddy Sulistio. Namun demikian, dirinya berharap pelaksanaan pilpres tak hanya dapat berjalan aman dan lancar, namun juga adil.
“Selama ini yang menjadi sumber konflik adalah ketidaknetralan yang dilakukan oleh aparatur negara,” kata Teddy yang juga Ketua DPRD Kota Salatiga ini
(Dian/Sala3Nostalgia)
Berapa Suhu Salatiga Jelang Pilpres? Lini Massa: "Sumpah dinginn...!"
SALATIGA-Sekalipun dukungan antara kedua kubu calon presiden (Capres) Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla hangat di sosial media. Namun tidak dengan suhu udara di kota Salatiga beberapa hari ini yang tiba-tiba dingin menusuk.
Sejumlah akun pada lini massa di sosial media, banyak memposting suasana dinginnya suhu tersebut. Suasana Salatiga kali ini berbanding terbalik dengan suasana hangat "Psy War" antara pendukung Capres.
"Salatiga dingin sumpaaaaaaaahh...", ujar pemilik akun @menyonn.
"dingin dingin menyenangkan... salatiga ga ada duanya..., " ungkap pemilik akun
@elkodok.
"Dingin sekali sama seperti waktu pertama kali datang di salatiga," ujar pemilik akun @MendyVio.
Sekedar informasi, suhu udara Salatiga saat minimum diperkirakan bisa mencapai 20 derajat celcius. Namun seiring pertumbuhan kota, kendaraan,serta populasi penduduk. Berangsur-angsur suhu kota ini cenderung hangat.
(Widi/Sala3Nostalgia)
Sejumlah akun pada lini massa di sosial media, banyak memposting suasana dinginnya suhu tersebut. Suasana Salatiga kali ini berbanding terbalik dengan suasana hangat "Psy War" antara pendukung Capres.
"Salatiga dingin sumpaaaaaaaahh...", ujar pemilik akun @menyonn.
"dingin dingin menyenangkan... salatiga ga ada duanya..., " ungkap pemilik akun
@elkodok.
"Dingin sekali sama seperti waktu pertama kali datang di salatiga," ujar pemilik akun @MendyVio.
Sekedar informasi, suhu udara Salatiga saat minimum diperkirakan bisa mencapai 20 derajat celcius. Namun seiring pertumbuhan kota, kendaraan,serta populasi penduduk. Berangsur-angsur suhu kota ini cenderung hangat.
(Widi/Sala3Nostalgia)
Mengapa Jumlah TPS di Salatiga Berkurang?
ARGOMULYO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Salatiga memastikan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pilpres nanti akan berkurang dibanding pileg lalu. Hal ini karena akan terjadi penggabungan TPS karena syarat maksimal jumlah pemilih dalam TPS akan ditambah.
Anggota KPU Salatiga Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Pengembangan Organisasi SDM dan Umum Rumah Tangga, Syaemuri, mengatakan, sesuai surat edaran dari KPU Pusat, jumlah pemilih di setiap TPS dalam pilpres bertambah menjadi maksimal 800 orang. Dalam pileg lalu, jumlah pemilih maksimal dalam TPS adalah 500 pemilih.
"Atas dasar surat KPU itu, KPU Salatiga akan menggabungkan TPS dengan pertimbangan efisiensi. Pada pileg lalu jumlah TPS di Salatiga 386, maka pada pilpres berkurang delapan menjadi 378 TPS," kata mantan anggota Panwaslu Salatiga ini. Menurut Syaemuri, penggabungan TPS ini bukan asal menggabungkan tetapidengan pertimbangan tertentu yang melibatkan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Pertimbangan
Pertimbangannya di antaranya memperhatikan partisipasi masyarakat, memudahkan pemilih, memperhatikan aspek geografis, jarak tempuh menuju TPS. Selain itu penggabungan TPS tidak dilakukan bagi pemilih yang berasal dari kelurahan berbeda.
Mengenai permintaan Panwaslu agar KPU menyediakan TPS di sumah sakit, Syaemuri menuturkan, KPU Salatiga sebenarnya siap menjalankan. Hanya saja, hingga kini belum ada petunjuk dari KPU pusat terkait hal itu. Saat ini baru disarankan penyediaan TPS di rumah sakit jiwa.
"Sebaiknya Bawaslu bisa menyampaikan masalah ini ke KPU pusat untuk menerbitkan regulasi pendirian TPS di Rumah sakit. Kami yang di bawah siap menjalankan," katanya.
Sebelumnya, ketua Panwaslu Salatiga Mashuri AK mendesak KPU agar menyediakan TPS di rumah sakit. Sebab pada pemilu legislatif (pileg) lalu, para pasien di sejumlah rumah sakit di Salatiga tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak dilayani dengan disediakan TPS
(Widi/SM)
Anggota KPU Salatiga Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Pengembangan Organisasi SDM dan Umum Rumah Tangga, Syaemuri, mengatakan, sesuai surat edaran dari KPU Pusat, jumlah pemilih di setiap TPS dalam pilpres bertambah menjadi maksimal 800 orang. Dalam pileg lalu, jumlah pemilih maksimal dalam TPS adalah 500 pemilih.
"Atas dasar surat KPU itu, KPU Salatiga akan menggabungkan TPS dengan pertimbangan efisiensi. Pada pileg lalu jumlah TPS di Salatiga 386, maka pada pilpres berkurang delapan menjadi 378 TPS," kata mantan anggota Panwaslu Salatiga ini. Menurut Syaemuri, penggabungan TPS ini bukan asal menggabungkan tetapidengan pertimbangan tertentu yang melibatkan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Pertimbangan
Pertimbangannya di antaranya memperhatikan partisipasi masyarakat, memudahkan pemilih, memperhatikan aspek geografis, jarak tempuh menuju TPS. Selain itu penggabungan TPS tidak dilakukan bagi pemilih yang berasal dari kelurahan berbeda.
Mengenai permintaan Panwaslu agar KPU menyediakan TPS di sumah sakit, Syaemuri menuturkan, KPU Salatiga sebenarnya siap menjalankan. Hanya saja, hingga kini belum ada petunjuk dari KPU pusat terkait hal itu. Saat ini baru disarankan penyediaan TPS di rumah sakit jiwa.
"Sebaiknya Bawaslu bisa menyampaikan masalah ini ke KPU pusat untuk menerbitkan regulasi pendirian TPS di Rumah sakit. Kami yang di bawah siap menjalankan," katanya.
Sebelumnya, ketua Panwaslu Salatiga Mashuri AK mendesak KPU agar menyediakan TPS di rumah sakit. Sebab pada pemilu legislatif (pileg) lalu, para pasien di sejumlah rumah sakit di Salatiga tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak dilayani dengan disediakan TPS
(Widi/SM)
Polisi dan Linmas Bersiap Amankan Pilpres di Salatiga
SALATIGA-Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri memimpin upacara pergeseran pasukan pengamanan pemilu presiden di Lapangan Mapolres Salatiga, Senin (7/7) pagi. Dalam upacara tersebut, turut hadir kedua Pimpinan Tim Pemenangan Pasangan Capres serta para pejabat Muspida Salatiga.
“Hari ini, seluruh personel pengamanan Pilpres mulai dari unsur TNI, Polri serta Linmas telah siap disebar di semua TPS di Salatiga. Untuk personel polisi ada 385 personel dan Linmas ada 786, semua hadir lengkap,” terang Jaladri.
Jaladri menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, Polri harus bersikap netral yang diwujudkan dalam perkataan maupun perbuatan anggota. “Netralitas harga mati bagi anggota polri, jika melanggar sanksi berat menanti,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pimpinan tim pemenangan yakni M Teddy Sulistio dari Tim Jokowi-JK serta Prof. Haryoko dari Tim Prabowo-Hatta melakukan penandatanganan ikrar damai yang disaksikan oleh Kapolres, Ketua KPU, Panwaslu serta perwakilan Muspida Salatiga.
(Widi/JWarga)
“Hari ini, seluruh personel pengamanan Pilpres mulai dari unsur TNI, Polri serta Linmas telah siap disebar di semua TPS di Salatiga. Untuk personel polisi ada 385 personel dan Linmas ada 786, semua hadir lengkap,” terang Jaladri.
Jaladri menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, Polri harus bersikap netral yang diwujudkan dalam perkataan maupun perbuatan anggota. “Netralitas harga mati bagi anggota polri, jika melanggar sanksi berat menanti,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pimpinan tim pemenangan yakni M Teddy Sulistio dari Tim Jokowi-JK serta Prof. Haryoko dari Tim Prabowo-Hatta melakukan penandatanganan ikrar damai yang disaksikan oleh Kapolres, Ketua KPU, Panwaslu serta perwakilan Muspida Salatiga.
(Widi/JWarga)
Jelang Pilpres, Ulama Salatiga Lakukan Doa Bersama
SALATIGA.Doa bersama agar pelaksanaan Pemilu Presiden berjalan aman dan lancar berlangsung di Mushala Kodim 0714/Salatiga, kemarin. Berbagai elemen masyarakat dan personel TNI hadir dalam kegiatan yang dipimpin Ustadz Sertu H Khairi tersebut. Doa bersama itu diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan diahiri dengan buka puasa bersama.Dandim 0714/Salatiga Letkol Arh Tjahjono Prasetyanto melalui Kepala Seksi Personel Kapten Jaswadi menjelaskan, doa bersama menghadirkan tokoh masyarakat dan ulama dari berbagai tempat di wilayah Kodim, yang meliputi Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.
‘’Masyarakat ingin pilpres ini berjalan damai, aman, dan lancar. Setelah berbagai upaya menciptakan keamanan dilakukan, maka tidak ada salahnya bila permohonan doa juga disampaikan kepada Allah Swt,’’ kata Jaswadi.
Menurutnya, momentum pilpres bersamaan dengan bulan Ramadan diharapkan membawa kesejukan dalam nuansa politik di Tanah Air saat pilpres.
Diakuinya, keluarga TNI dalam hal ini Kodim 0714/Salatiga, juga berdoa agar seluruh personelnya dalam keadaam aman di tempat tugas masing-masing.
Begitu juga dengan keluarganya di rumah. Selama ini para personel dilibatkan dalam pengamanan logistik pilpres, pengamanan TPS, dan pascapenghitungan suara.
(Widi/SM)
Langganan:
Postingan (Atom)

