Kamis, 24 Juli 2014

Selamat Mudik: Jalur Salatiga diperkirakan Padat Hari ini



 SALATIGA-Jalur Salatiga dari Semarang menuju Solo melalui Jalan Lingkar Selatan (JLS), diperkirakan padat pada hari ini Jumat (25/7) ini. Pasalnya, jembatan Comal di Pemalang Jawa Tengah telah diperbaiki.  

Menurut Petugas Satlantas Polres Salatiga, Ipda Hery, arus kendaraan telah padat kembali sejak Kamis (24/7). Ini artinya, mulai hari berikutnya volume kendaraan akan terus meningkat.

“Volume kendaraan akan cukup padat. Hari ini jembatah Comal sudah selesai diperbaiki dan sudah dibuka. Jadi kemungkinan arus kendaraan akan semakin padat dari arah Semarang ke arah Solo yang akan melalui Kota Salatiga,” pungkas Hery.

Menurut pengamatan Sala3Nostalgia, sejak kamis sore kemarin di pos pemantauan mudik Blotongan, kepadatan arus lalu lintas didominasi dari arah Semarang menuju Solo, sedang dari arah sebaliknya relatif sepi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki H-4 Lebaran, volume kendaraan dari arah Semarang menuju Solo yang melintas di Jalan lingkar Selatan (JLS) Salatiga mulai menunjukkan peningkatan.

Tidak hanya kendaraan berat seperti bus dan truk besar,  kendaraan pribadi baik kendaraan roda empat dan roda dua juga sudah banyak yang melintas jalan raya Semarang – Salatiga via JLS menuju arah Solo.


Sala3Nostalgia/Dian


Wasiat "Srir Astu Swasti Prajabyah" yang Mengagumkan


Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkapkan asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti, maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga.

Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1995 Tentang Hari Jadi Kota Salatiga.

Prasasti Plumpungan Cikal bakal lahirnya Salatiga tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170cm, lebar 160cm dengan garis lingkar 5 meter yang selanjutnya disebut prasasti Plumpungan.

Berdasarkan Prasasti yang berada di Dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo itu, maka Salatiga sudah ada sejak tahun 750 Masehi, yang ada pada saat itu merupakan wilayah Perdikan. Sejarahwan yang sekaligus ahli Epigraf Dr. J. G. de Casparis mengalihkan tulisan tersebut secara lengkap yang selanjutnya disempurnakan oleh Prof. Dr. R. Ng Poerbatjaraka.

Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum tentang status tanah perdikan atau swatantra bagi suatu daerah yang ketika itu bernama Hampra, yanng kini bernama Salatiga. Pemberian perdikan tersebut merupakan hal yang istimewa pada masa itu oleh seorang raja dan tidak setiap daerah kekuasaan bisa dijadikan daerah Perdikan.

Perdikan berarti suatu daerah dalam kerajaan tertentu yang dibebaskan dari segala kewajiban pembayaran pajak atau upeti karena memiliki kekhususan tertentu. Dasar pemberian daerah perdikan itu diberikan kepada desa atau daerah yang benar-benar berjasa kepada seorang raja.

Prasasti yang diperkirakan dibuat pada Jumat, 24 Juli tahun 750 Masehi itu, ditulis oleh seorang Citraleka, yang sekarang dikenal dengan sebutan penulis atau pujangga, dibantu oleh sejumlah pendeta atau resi dan ditulis dalam bahasa jawa kuno: "Srir Astu Swasti Prajabyah" yang berarti "Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian".

Sejarahwan memperkirakan, bahwa masyarakat Hampra telah berjasa kepada Raja Bhanu yang merupakan seorang raja besar dan sangat memperhatikan rakyatnya, yang memiliki daerah kekuasaan meliputi sekitar Salatiga, Kabupaten Semarang, Ambarawa, dan Kabupaten Boyolali.

Penetapan di dalam prasasti itu merupakan titik tolak berdirinya daerah Hampra secara resmi sebagai daerah Perdikan dan dicatat dalam prasasti Plumpungan. Atas dasar catatan prasasti itulah dan dikuatkan dengan Perda No. 15 tahun 1995 maka ditetapkan Hari Jadi Kota Salatiga jatuh pada tanggal 24 Juli.

Sala3Nostalgia/Dian

Senin, 14 Juli 2014

Mahasiswa STAIN Salatiga Galang Dana Untuk Palestina

SALATIGA Aksi Solidaritas penggalangan dana untuk Gaza yang bertajuk ‘Pundi Amal Ramadhan Peduli Gaza’ diselenggarakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada hari ini, Senin (14/7). Acara galang dana tersebut di selenggarakan oleh para mahasiswa Program Study Hukum Ekonomi Syariah (HES). Aksi ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi kemanusiaan bagi masyarakat Gazza, Palestina yang sedang mendapat serangan dari Israel.

“Kami berniat untuk meringankan beban saudara yang ada di Gaza. Dengan terkumpulnya dana ini, semoga dapat membantu masyarakat Gazza untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makan, minum. Karena di Gazza kemungkinan akses jalan dan pasar terhambat, jadi harga menjadi lebih mahal”. Tutur Isti, Mahasiswi HES angkatan 2012 yang juga mengikuti Aksi ‘Pundi Amal Ramadhan Peduli Gaza’.

Aksi Galang dana ini rencananya akan dilakukan selama empat hari kedepan. Terpusat di berbagai titik di kota Salatiga. Antara lain Bundaran Pancasila, Bundaran Ramayana, Perempatan Jetis, Perempatan Ring Road Pulutan, Kampus Universitas Kristen Satya Wacana, STAIN Salatiga, Pasaraya, dll. Sasarannya pun tak hanya mahasiswa, melainkan segenap masyarakat secara luas.

Terdapat 31 relawan yang tergabung dalam acara ini. Kesemuanya adalah mahasiswa angkatan 2012 Progdi HES fakultas Syariah STAIN Salatiga. Tetapi nantinya akan bergabung pula angkatan 2013 dan beberapa mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana.

Donasi yang sudah terkumpul rencananya akan disumbangkan melalui pundi amal Koperasi Mahasiswa STAIN Salatiga. Agar dapat tersalurkan secara kolektif dengan kegiatan lain yang mengumpulkan donasi bagi masyarakat Gazza, Palestina.


Sala3Nostalgia/Dian/Jurnal Warga

Warga Salatiga Ini Jadi Korban Invetasi Batik


 SALATIGA-Bergabung sejak tahun 2013, Eko mengaku tertarik ikut dalam bisnis yang dijalankan oleh guru SD di Ngemplak Simongan itu lantaran ditawari keuntungan tujuh persen setiap bulannya. Selain itu, Arista juga meyakinkan setelah memaparkan bisnis tersebut berlandaskan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.

"Ada SPKnya juga, makanya saya percaya," ujar Eko.  Seperti korban korban lainnya, Eko akhirnya termakan bujuk rayu dari Arista untuk menginvestasikan uangnya senilai Rp 100 juta.

Beberapa bulan kemudian, Eko bisa menikmati hasil tujuh persen dari nilai investasi yang dijanjikan. Namun sayang, semua itu akhirnya berhenti. Hasil yang dijanjikan tidak lagi diberikan. Merasa ada yang janggal, Eko berusaha menanyakan perihal hasil yang sudah tidak dibagikan kepada Arista. Bukannya penjelasan yang didapat, justru Arista berusaha menghindar ketika ditanyakan hal itu. "Bahkan modal saya tidak kembali," katanya.

Korban penipuan investasi batik yang dilakukan oleh Arista Kurniasari satu persatu bermunculan. Seorang warga Ngentak Sari, Kutowinangun, Salatiga bernama Eko Pudjiastowo (55) melapor ke Polrestabes Semarang setelah uang Rp 100 juta miliknya tak dikembalikan oleh Arista.

Sala3Nostalgia/Dian/TRBN

Tradisi Makan Ambeng Pondok Pesantren Salatiga




SALATIGA-Setiap bulan Ramadan jelang buka puasa, kesibukan para santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Salatiga, Jawa Tengah, tampak ramai.

Setelah selesai mengaji bersama, para santri berbondong-bondong menuju rumah warga untuk mengambil makanan berbuka puasa yang telah disediakan di dalam ambeng.

Setiap pagi, para santri membagikan ambeng atau tampah tempat makanan ke rumah warga. Pada sore harinya, para santri mengambil kembali ambeng yang telah diisi berbagai makanan oleh warga. Warga sekitar secara ikhlas memberikan menu buka puasa secara bergantian.

Saat azan magrib, para santri pun berbuka bersama dengan makan dalam 1 ambeng. Biasanya 1 ambeng dimakan hingga 8 orang. Meski memakannya dengan cara dipuluk atau menggunakan jari tangan tanpa sendok, para santri begitu menikmati menu buka dari warga.

Bagi warga sekitar, menyediakan menu buka puasa untuk para santri merupakan tradisi setiap bulan Ramadan. Hal itu juga dilakukan sebagai bagian dari ibadah di bulan Ramadan, yakni memberikan makanan bagi orang lain untuk berbuka puasa.

Sala3Nostalgia/Dian/L6

Perhitungan Resmi KPU, Jokowi-JK Raih 64% Suara di Salatiga

SALATIGA-Penghitungan suara Pilpres di Salatiga telah menyelesaikan hitungan di tingkat PPK (Kecamatan) kemarin. Dari seluruh empat kecamatan yang ada, suara capres Jokowi-JK mendominasi dengan raihan 68.664 (64 persen) suara sedangkan suara sisanya diraih Prabowo-Hatta yaitu 38.628 (36 persen).

Divisi penghitungan Suara KPU Salatiga, Dayusman Junus mengatakan, proses penghitungan di tingkat PPK ini berjalan lancar tanpa ada keberatan dari para saksi. Selanjutnya penghitungan di tingkat KPU Kota Salatiga akan digelar 16 Juli.

"Tidak ada kendala berarti dalam penghitungan suara setidaknya hingga tingkat PPK. Kita masih menunggu penghitungan tingkat KPU Salatiga dan semoga lancar-lansar saja," katanya.

Dayusman menyebut, ada sedikit persoalan namun bisa teratasi seperti tertukarnya DPT di sebuah TPS di Sidorejo Kidul. Persoalannya, pemilih hanya menujukkan KTP tetapi dimasukkan ke daftar pemilih tambahan. Padahal yang bersangkutan sudah terdaftar di DPT tersebut.

"Sudah diselesaikan di tingkat PPK. Intinya masalah hasil, semua saksi tidak mempermasalahkan," katanya.

Mantan aktivis LSM Percik ini mengatakan, meski pemenangnya di Salatiga sudah diketahui, tetapi pihaknya mengimbau masyarakat pendukung capres untuk bisa menahan diri. Sebab, kemenangan akan ditentukan KPU Pusat pada 22 Juli. Suara-suara dari TPS akan dikumpulkan secara nasional dan dijumlah dengan peraih suara terbanyak akan memenangi Pilpres.

"Kami belum tahu siapa pemenangnya. Kita tunggu saja dan jangan berpatokan pada hitung cepat (quick count). Terpenting masyarakat bersabar," katanya.

Kalah

Ketua DPD Gerindra Salatiga, Dyah Sunarsasi mengakui calon yang didukung yaitu Prabowo-Hatta kalah di Salatiga. Tetapi dia enggan berbicara secara nasional karena proses perhitungan masih berlangsung.

"Kenyataanya di Salatiga memang seperti itu. Kita terima saja dan legawa. Tetapi kalau secara nasional kita tunggu saja," katanya.

Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Salatiga Dance Iskak Palit mengaku puas atas hitungan di tingkat PPK. Pasalnya data yang dikumpulkan dari para saksinya di TPS ternyata tidak berubah ketika sampai di PPK. Pihaknya akan terus mengawal hingga ke KPU.

"Tidak ada persoalan perhitungan di tingkat PPK. Semua berjalan lancar. Data kami sesuai dengan hasil di PPK," katanya.

Link : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/07/14/267300/Perhitungan-Kecamatan-Selesai-Jokowi-JK-Raih-64-Persen
(Dian/SM)

Waspada Makanan dan Minuman Kadaluarsa Beredar di Salatiga !

SALATIGA-Harap bagi para warga Salatiga yang ingin berbelanja makanan dan minuman untuk Lebaran nanti  mengecek tanggal kadaluarsa setiap makanan. Pasalnya, tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) menemukan makanan dan minuman yang sudah tidak layak konsumsi.

Tim gabungan ini terdiri dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga menemukan makanan yang kadaluarsa. Makanan dan minuman tersebut yakni teh celup, pasta gigi, pemanis buatan, soft drink dan lainnya.  

Kegiatan yang dikomandani oeh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini, akan terus menggelar razia mulai hari ini hingga Jumat (18/7). Sasaran razia adalah warung makan, kios, pasar tradisional hingga swalayan.

"Kami akan memusnahkan makanan-makanan kadaluarsa tersebut," ungkap Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Kusumo Aji.

Ia mengatakan, para pelanggar akan diberikan sanksi peringatan dan pembinaan agar tidak menjual barang-barang tersebut. Ia berharap agar konsumen Salatiga tetap waspada sebelum membeli barang untuk kebutuhan Lebaran.